Mengenali Sekian Banyak  Jenis Dan Karakter Suara Burung Murai Batu

 

Suara burung murai batu mengembangkan tiga jenis suara. Pertama, “suara bergemuruh”, yang anda kenal sebagai suara estetis dan khas murai batu. Kedua, suara tema atau suara subsong / ngeriwik. Ketiga, lagu-lagu harmoni yang kaya irama.

Sebagian besar suara itu dilagukannya tanpa terjadi rangsangan, atau tidak jarang dilagukan secara random dalam waktu-waktu kesehariannya. Dengan kata lain, murai batu bisa berdendang sesuka hati, tanpa memandang apakah terdapat burung beda atau burung sejenis di sekitarnya.

Dari tiga suara itu,murai batu bisa mengembangkan suara atau lagu-lagunya ketika bertemu lawan-lawannya, guna mempertahankan wilayah kekuasaan (teritorial). Saat itulah, setiap murai batu saling meniru satu sama lain, sehingga kian memperkaya struktur lagu mereka.

Setiap pribadi murai batu berjuang meniru irama musuhnya (shouting matches) dengan lagu-lagu yang dimilikinya. Makin hebat seekor burung menirukan suara musuhnya, maka dari situlah dapat didapatkan hasil akhir dari bentrokan mereka.

Berdasarkan dari riset tersebut, kita dapat menyimpulkan, murai batu semenjak piyikan berjuang mempelajari lagu-lagu dari kedua induknya. Lagu-lagu murai batu bakal terus berkembang sampai-sampai terdiri atas sejumlah tipe lagu laksana yang anda kenal sekitar ini.

 

  1. Subsong atau suara ngeriwik

 

Suara subsong atau ngeriwik ialah suara yang tidak mempunyai strukstur lagu, terdengar paling pelan, dan terkadang dilagukan dengan tanpa membuka paruh. Biasanya suara subsong lebih memiliki tidak sedikit variasi daripada suara kicauan. Murai batu akan menerbitkan suara ini ketika beristirahat, terutama senja hari atau ketika turun hujan.

Secara umum, suara ngeriwik tidak jarang dilantunkan murai batu muda atau masih dalam etape mempelajari lagu-lagu baru. Pada burung jantan dewasa, suara ini tidak jarang dikeluarkan pada masa mabung. Saat itulah mereka mengupayakan mempelajari suara-suara baru guna dilagukannya sebagai modal bertahan hidup selepas mabung.

Karena tersebut pula, burung murai batu yang sedang mabung sering diserahkan suara-suara masteran, sebab pada saat tersebut burung cepat tertarik guna mempelajari lagu-lagu barunya. Berikut ini misal suara ngeriwik / subsong:

 

  1. Suara kicauan

 

Jika burung murai batu berkicau sepanjang hari berarti burung murai batu sedang dalam kondisi yang sangat baik, walau sangkarnya berada jauh di pedalaman, atau tidak terdapat burung sejenis di sekitarnya.

Pada umumnya, murai batu berkicau guna menandakan distrik kekuasaannya. Namun hal lain dapat memicu rajin dan tidak seekor murai batu berkicau masing-masing hari. Burung murai batu yang sedang dalam situasi baik (top form) bakal mengekspresikannya dalam format suara kicauan.

 

  1. Lagu-lagu agresif atau teritorial

 

Ketika murai batu mencoba menjaga wilayahnya, atau bertemu burung sejenis, maka dia akan menerbitkan suara lumayan keras, dengan paling agresif, yang ditujukan untuk mengurangi atau mengintimidasi musuhnya.

Di alam liar, saat murai batu menginjak wilayah yang telah menjadi dominasi murai lainnya, maka dia ingin melawan empunya wilayah dengan berjuang meniru lagu-lagunya dengan suara yang dimiliknya supaya tampak serupa.

Makin serupa, maka kian agresif tuan lokasi tinggal akan berkicau. Dalam sejumlah kasus, murai batu yang agresif tersebut akan terbakar emosinya, sampai-sampai langsung menyerang tamunya secara fisik.

Itu sebabnya, murai batu dinamakan burung tipe fighter, dalam makna bisa bertarung dalam makna sesungguhnya, laksana dua ayam jantan masing-masing bertemu.

Ketika murai batu berkumpul dalam satu wilayah, contohnya dalam suatu latber atau lomba, mereka saling meniru satu sama lainnya, dengan variasi suara yang dimiliki.

Karena itu, suara kicauan murai batu yang dilombakan terlihat lebih bervariasi dan sarat irama daripada burung yang dihadapkan pada satu musuh saja, lagipula tidak pernah dilombakan atau ditrek. Sebab masing-masing murai bakal meniru suara-suara burung sejenis di sekitarnya. Itu sebabnya pula, masalah mental burung menjadi hal penentu kemenangan.

Suara kicauan yang agresif dan sarat variasi ini seringkali tidak dijumpai saat burung berada di lokasi tinggal atau sendirian. Sebab burung tidak pernah dalam situasi terancam atau terintimidasi.