Mamfaat Rangkuman Materi

 

1. Pengertian Rangkuman materi

Apakah kamu kegemaran menyimak buku? Apa yang mendorong anda suka menyimak buku? Tentu saja sebab isinya menarik, hiburan, memenuhi waktu senggang, atau untuk mendapat informasi. Bayangkan bila kitab yang demikian tebal dibaca dalam masa-masa singkat dan dituntut untuk mendapat informasi secara cepat. Tentu bakal repot, bukan?

Untuk itu dibutuhkan sebuah rangkuman. Nah, pada latihan ini anda akan berlatih menyimak teks kitab kemudian merangkai Rangkuman materinya.

Rangkuman disebut pun ringkasan. Namun, dalam suatu rangkuman tidak ada evolusi isi atau garis besar informasi. Dengan demikian, rangkuman adalah pemadatan isi bacaan agar lebih ringkas, sehingga mempermudah pembaca memahami isinya.

2. Manfaat Rangkuman materi

Rangkuman yang telah dibentuk sangat bermanfaat, baik untuk si pengarang maupun orang beda (pembaca). Manfaat dari sebuah rangkuman, antara beda sebagai berikut.

a. Isi teks bakal mudah dikenang dan dipahami.

b. Waktu yang dipakai untuk menyimak jauh lebih singkat.

c. Membantu kebutuhan yang sifatnya praktis. Misalnya guna informasi secara cepat.

d. Menggambarkan garis besar isi bacaan.

3. Teknik Membuat Rangkuman

Bagaimana menciptakan rangkuman yang baik? Ada sejumlah langkah yang perlu anda pelajari. Langkah itu antara beda sebagai berikut.

a. Bacalah semua teks dan tandailah unsur yang dirasakan penting.

b. Tulislah informasi menurut bagian-bagian yang anda anggap urgen tersebut.

d. Buatlah kerangka dan kembangkan menjadi suatu rangkuman.

e. Baca kembali lantas bandingkan dengan teks aslinya.

4. Latihan Merangkum

Mengenal Kreativitas Diri

Kreativitas ialah proses mental yang menghasilkan suatu solusi serta usulan yang orisinil atau menarik dan bermanfaat. Orang yang kreatif ialah orang yang dapat memecahkan persoalan, menghasilkan sesuatu, atau merumuskan pertanyaan-pertanyaan baru dalam sebuah bidang tertentu yang terdahulu dianggap mengherankan tetapi lantas dapat diterima oleh sebuah lingkungan kebiasaan tertentu.

Untuk menjadi kreatif seseorang bukan hanya harus mempunyai pengetahuan luas, tetapi pun mempunyai keterampilan untuk mengerjakan restrukturisasi pengetahuannya untuk memecahkan masalah atau menghasilkan sesuatu dengan teknik yang berbeda. Biasanya orang memerlukan waktu tertentu (masa inkubasi) untuk memindahkan perhatian dari masalahnya sampai-sampai pada kesudahannya secara tidak disadari muncul sekian banyak pemikiran baru guna memecahkan masalahnya.

Jadi meskipun kreativitas bisa terjadi secara tiba-tiba sebab adanya pemahaman yang dramatis, restrukturisasi dari pengetahuan yang terdapat tetap diperlukan.